CIKUPA – UPTD Puskesmas Cikupa menunjukkan komitmennya dalam memerangi Tuberculosis (TBC) dengan menyelenggarakan kegiatan skrining TBC, pemeriksaan dahak (BTA), serta pelayanan cek kesehatan gratis bagi santri di Pondok Pesantren Ar-Rosyidiyah, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 ini merupakan upaya proaktif untuk mendeteksi dini penyakit menular ini di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menyasar seluruh santri dari kelas 7 hingga 12. Berikut adalah rincian sasaran peserta yang mengikuti kegiatan:
Kelas 7: 9 santri dan 7 santriwati (Total 16)
Kelas 8: 12 santri dan 9 santriwati (Total 21)
Kelas 9: 15 santri dan 7 santriwati (Total 22)
Kelas 10: 7 santri dan 7 santriwati (Total 14)
Kelas 11: 10 santri dan 3 santriwati (Total 13)
Kelas 12: 7 santri dan 9 santriwati (Total 16)
Dengan total lebih dari 100 santri, kegiatan ini diharapkan dapat menjaring potensi kasus TBC sedini mungkin, mengingat lingkungan pesantren yang padat berisiko tinggi terhadap penularan.
Ustad Apriadi, selaku Pengasuh Pondok Pesantren, menyambut hangat dan memberikan respon yang sangat positif terhadap inisiatif Puskesmas Cikupa ini.
"Kami mewakili keluarga besar Ponpes Ar-Rosyidiyah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Puskesmas Cikupa. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri. Kesehatan adalah aset berharga untuk menuntut ilmu. Dengan adanya skrining ini, kami bisa lebih tenang dan mengetahui kondisi kesehatan santri, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal," ujar Ustad Apriadi.
Tim kesehatan dari Puskesmas Cikupa yang turun langsung dipimpin oleh dr. Sofyan selaku Penanggung Jawab (PJ) TB. Ia dibantu oleh perawat Sri, Rivilda sebagai PJ Usia Sekolah dan Remaja (USEKREM). Untuk memperlancar pelayanan, dua bidan praktik mandiri, Ibu Titik dan Ibu Maftuh, juga turut serta. Sementara itu, koordinasi dan edukasi kesehatan secara keseluruhan dikelola oleh Amri selaku PJ Promosi Kesehatan (PROMKES).
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan RI, kegiatan skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan di Pondok Pesantren Ar-Rosyidiyah ini memiliki tujuan dan manfaat yang strategis, antara lain:
Deteksi Dini dan Penemuan Kasus: Menemukan kasus TBC sedini mungkin di kalangan santri, terutama yang menunjukkan gejala seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Memutus Mata Rantai Penularan: Dengan mengidentifikasi dan mengobati penderita TBC aktif, kegiatan ini bertujuan memutus rantai penularan TBC di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni, sehingga mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Peningkatan Cakupan Penemuan Kasus TBC: Kegiatan ini mendukung program nasional TB-Free Indonesia dengan meningkatkan notifikasi kasus TBC, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti remaja di pesantren.
Edukasi dan Peningkatan Kesadaran Kesehatan: Memberikan pemahaman kepada santri dan pengasuh pondok tentang penyakit TBC, cara pencegahan, penularan, serta pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Layanan Kesehatan Komprehensif bagi Remaja: Selain TBC, pelayanan cek kesehatan umum dan USEKREM ditujukan untuk memantau status kesehatan remaja secara menyeluruh, mendeteksi masalah kesehatan lainnya, dan memberikan konseling kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan usia mereka.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti sekali ini, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi kerjasama berkelanjutan antara Puskesmas Cikupa dan Pondok Pesantren Ar-Rosyidiyah dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari TBC.