Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
11 Oct 2025 273 pembaca ADMIN Puskesmas Cikupa

Pantau Keluarga, Cegah Penularan: Puskesmas Cikupa Gelar Kunjungan Rumah dan Tes Mantoux untuk Mantan Pasien TB RO

CIKUPA, 11 Oktober 2025 – Komitmen Puskesmas Cikupa dalam memutus mata rantai penularan Tuberculosis (TB) tidak berhenti pada kesembuhan pasien. Pada Sabtu, 11 Oktober 2025, Tim Kesehatan Puskesmas Cikupa yang terdiri dari Penanggung Jawab (PJ) TB Dokter Sofyan, Dokter Aida, dan Perawat Ibu Sri, melakukan kunjungan rumah ke Desa Cibadak. Kunjungan ini ditujukan untuk memantau kondisi pasien TB RO (Resistan Obat) yang telah dinyatakan sembuh sekaligus melakukan skrining kesehatan terhadap keluarganya melalui tes Mantoux.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program TB yang komprehensif, mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) yang menekankan pentingnya pemantauan pasca pengobatan dan pemeriksaan pada kontak erat pasien.

Rangkaian Kegiatan Kunjungan

Kunjungan diawali dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap mantan pasien TB RO untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil dan tidak ada kekambuhan. Tim kesehatan mengevaluasi status gizi, fungsi pernapasan, serta memberikan motivasi untuk menjaga pola hidup sehat.

Selanjutnya, tim melakukan tes Mantoux (Tuberculin Skin Test) kepada seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan mantan pasien. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya paparan bakteri TB dalam tubuh. Perawat Ibu Sri dengan cermat menyuntikkan antigen tuberkulin secara intradermal di lengan bawah para anggota keluarga. Hasil tes akan dibaca 48-72 jam kemudian oleh tim Puskesmas untuk menentukan adanya reaksi positif yang mengindikasikan infeksi TB laten.

Tujuan dan Manfaat Kunjungan Sesuai Pedoman Kemenkes

Menurut Dokter Sofyan selaku PJ TB, kunjungan follow up ini memiliki tujuan strategis yang selaras dengan kebijakan Kemenkes:

  1. Memastikan Keberhasilan Pengobatan dan Mencegah Kekambuhan: Tujuan utama adalah memastikan bahwa pasien yang telah sembuh tetap dalam kondisi sehat dan tidak mengalami kekambuhan. Pemantauan berkala sangat penting, terutama untuk pasien TB RO yang memiliki riwayat resistensi obat.

  2. Menemukan Kasus TB Baru Secara Dini (Case Finding): Dengan melakukan skrining pada seluruh kontak erat (keluarga) melalui tes Mantoux, tim kesehatan dapat mendeteksi secara dini kemungkinan adanya infeksi TB, baik yang laten maupun yang sudah aktif. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan mudah, serta mencegah komplikasi.

  3. Memutus Rantai Penularan TB di Keluarga dan Masyarakat: TB adalah penyakit menular yang mudah menular melalui udara di dalam rumah. Dengan mengidentifikasi dan mengobati anggota keluarga yang terinfeksi (baik TB aktif maupun laten), rantai penularan di tingkat keluarga dan komunitas dapat diputus.

  4. Pendidikan Kesehatan (Health Education): Kunjungan ini menjadi momen yang tepat untuk memberikan penyuluhan kembali kepada keluarga tentang penyakit TB, cara pencegahan, pentingnya pengobatan hingga tuntas, dan menjaga ventilasi udara di rumah tetap baik.

  5. Dukungan Psikososial dan Pengurangan Stigma: Kehadiran tim kesehatan di rumah pasien memberikan dukungan moral, menunjukkan bahwa perjuangan melawan TB didukung penuh oleh sistem kesehatan. Hal ini juga membantu mengurangi stigma dan diskriminasi di masyarakat terhadap mantan penderita TB.

“Kesembuhan satu pasien TB bukanlah akhir perjuangan. Justru itu adalah awal untuk kita memastikan tidak ada lagi penularan baru di keluarganya. Tes Mantoux pada kontak erat adalah investasi kesehatan untuk mencegah ledakan kasus TB di masa depan,” ujar Dokter Sofyan di lokasi.

Dokter Aida menambahkan, “Keluarga sangat kooperatif dan antusias. Mereka memahami bahwa ini adalah upaya untuk melindungi mereka semua, terutama anak-anak yang lebih rentan tertular.”

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari keluarga dan warga setempat. Mereka merasa mendapat perhatian dan perlindungan kesehatan yang nyata dari Puskesmas. Rencananya, Puskesmas Cikupa akan terus melanjutkan kunjungan serupa ke mantan pasien TB lainnya di wilayah kerjanya sebagai bentuk komitmen mencapai target Indonesia Bebas TB.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.