Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
11 Jul 2025 663 pembaca ADMIN Puskesmas Cikupa

Puskesmas Cikupa Lakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Kasus Suspek Difteri di Kelurahan Sukamulya

Cikupa, 10 Juli 2025 – Puskesmas Cikupa melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terkait kasus suspek difteri di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, pada Kamis (10/7/2025). Tim yang terdiri dari Penanggung Jawab Program Surveilans (Ibu Neneng), PJ Imunisasi (Ibu Balgis), dan Dokter Internship turun langsung untuk mengidentifikasi sumber penularan dan mencegah penyebaran lebih luas.

Tujuan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Difteri

Menurut Pedoman Kemenkes, PE difteri bertujuan untuk:

  1. Mengonfirmasi diagnosis – Memastikan apakah kasus benar-benar difteri melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium.

  2. Mengidentifikasi sumber penularan – Melacak kontak erat pasien dan lingkungan yang berpotensi menjadi sumber bakteri Corynebacterium diphtheriae.

  3. Mencegah KLB (Kejadian Luar Biasa) – Dengan tindakan cepat seperti karantina, pemberian profilaksis, dan imunisasi pada kelompok rentan.

  4. Evaluasi Cakupan Imunisasi – Menilai apakah kasus terjadi karena penurunan kekebalan kelompok (herd immunity).

Prosedur Pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi Difteri (Berdasarkan Kemenkes)

  1. Pengumpulan Data – Wawancara pasien, keluarga, dan kontak erat.

  2. Pemeriksaan Laboratorium – Pengambilan sampel usap tenggorokan (swab) untuk uji PCR dan kultur bakteri.

  3. Pemetaan Wilayah – Identifikasi daerah dengan cakupan imunisasi rendah.

  4. Tindakan Responsif – Isolasi pasien, pemberian Antitoksin Difteri (ADS) dan antibiotik (eritromisin/penisilin) pada kasus dan kontak erat.

  5. Peningkatan Surveilans – Pemantauan ketat selama 2 minggu pasca-temuan kasus.

Pencegahan Difteri Menurut Kemenkes

  1. Imunisasi DPT-HB-Hib & Td

    • Bayi (0-11 bulan): 3 dosis DPT-HB-Hib (usia 2, 3, 4 bulan).

    • Anak SD: Booster difteri-tetanus (DT) di kelas 1 dan Td di kelas 2 & 5.

    • Remaja & Dewasa: Imunisasi Td setiap 10 tahun.

  2. Tingkatkan Kewaspadaan di Daerah Endemis

    • Jika ada kasus, seluruh kontak erat harus mendapat profilaksis antibiotik.

  3. Penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

    • Gunakan masker jika ada gejala infeksi saluran napas.

    • Hindari kontak langsung dengan penderita.

Keterangan Tim Puskesmas Cikupa

"PE ini penting untuk memutus mata rantai penularan. Kami juga akan melakukan sweeping imunisasi di wilayah Sukamulya untuk memastikan tidak ada anak yang belum divaksin," tegas Ibu Balgis (PJ Imunisasi).

Imbauan untuk Masyarakat:

  • Segera ke Puskesmas jika ada gejala demam, nyeri menelan, dan selaput putih keabuan di tenggorokan.

  • Pastikan status imunisasi anak lengkap.

  • Laporkan kasus suspek difteri ke Puskesmas Cikupa atau Klinik terdekat.




    Pkm.Ckp/Promkes/VII/04/ysf






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.