Puskesmas Cikupa Lakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Kasus Suspek Difteri di Kelurahan Sukamulya
Cikupa, 10 Juli 2025 – Puskesmas Cikupa melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terkait kasus suspek difteri di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, pada Kamis (10/7/2025). Tim yang terdiri dari Penanggung Jawab Program Surveilans (Ibu Neneng), PJ Imunisasi (Ibu Balgis), dan Dokter Internship turun langsung untuk mengidentifikasi sumber penularan dan mencegah penyebaran lebih luas.
Tujuan Penyelidikan Epidemiologi (PE) Difteri
Menurut Pedoman Kemenkes, PE difteri bertujuan untuk:
Mengonfirmasi diagnosis – Memastikan apakah kasus benar-benar difteri melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium.
Mengidentifikasi sumber penularan – Melacak kontak erat pasien dan lingkungan yang berpotensi menjadi sumber bakteri Corynebacterium diphtheriae.
Mencegah KLB (Kejadian Luar Biasa) – Dengan tindakan cepat seperti karantina, pemberian profilaksis, dan imunisasi pada kelompok rentan.
Evaluasi Cakupan Imunisasi – Menilai apakah kasus terjadi karena penurunan kekebalan kelompok (herd immunity).
Prosedur Pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi Difteri (Berdasarkan Kemenkes)
Pengumpulan Data – Wawancara pasien, keluarga, dan kontak erat.
Pemeriksaan Laboratorium – Pengambilan sampel usap tenggorokan (swab) untuk uji PCR dan kultur bakteri.
Pemetaan Wilayah – Identifikasi daerah dengan cakupan imunisasi rendah.
Tindakan Responsif – Isolasi pasien, pemberian Antitoksin Difteri (ADS) dan antibiotik (eritromisin/penisilin) pada kasus dan kontak erat.
Peningkatan Surveilans – Pemantauan ketat selama 2 minggu pasca-temuan kasus.
Pencegahan Difteri Menurut Kemenkes
Imunisasi DPT-HB-Hib & Td
Bayi (0-11 bulan): 3 dosis DPT-HB-Hib (usia 2, 3, 4 bulan).
Anak SD: Booster difteri-tetanus (DT) di kelas 1 dan Td di kelas 2 & 5.
Remaja & Dewasa: Imunisasi Td setiap 10 tahun.
Tingkatkan Kewaspadaan di Daerah Endemis
Jika ada kasus, seluruh kontak erat harus mendapat profilaksis antibiotik.
Penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Gunakan masker jika ada gejala infeksi saluran napas.
Hindari kontak langsung dengan penderita.
Keterangan Tim Puskesmas Cikupa
"PE ini penting untuk memutus mata rantai penularan. Kami juga akan melakukan sweeping imunisasi di wilayah Sukamulya untuk memastikan tidak ada anak yang belum divaksin," tegas Ibu Balgis (PJ Imunisasi).
Imbauan untuk Masyarakat:
Segera ke Puskesmas jika ada gejala demam, nyeri menelan, dan selaput putih keabuan di tenggorokan.
Pastikan status imunisasi anak lengkap.
Laporkan kasus suspek difteri ke Puskesmas Cikupa atau Klinik terdekat.
Pkm.Ckp/Promkes/VII/04/ysf
Berita Lainnya
-
21 May 2026
Puskesmas Cikupa Gelar Kunjungan Monitoring Pasien ODGJ: Wujud Nyata Layanan Kesehatan Jiwa Hingga Pelosok Desa
Cikupa, 21 Mei 2026 — Tim kesehatan Puskesmas Cikupa melaksanakan kunjungan monitoring langsung ke rumah ...
-
01 Apr 2026
PUSKESMAS CIKUPA RUJUK PASIEN ODGJ DARI DESA TALAGASARI, WUJUDKAN Layanan Kesehatan Jiwa yang Merata
Cikupa, 31 Maret 2026 — Puskesmas Cikupa, Kabupaten Tangerang, melaksanakan kegiatan rujukan pasien Orang Dengan ...
-
24 Dec 2025
Cegah Stunting dan Wabah Campak, Puskesmas Cikupa Gelar Kelas Ibu Hamil Terpadu di Desa Budimulya
Cikupa, 23 Desember 2025 – Meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah campak yang menjadi perhatian serius di ...
-
24 Dec 2025
Puskesmas Cikupa Gelar Gerai KIA Bestie, Perkuat Layanan Ibu dan Anak di Desa Bitung Jaya
Cikupa, 20 Desember 2025 – Puskesmas Cikupa kembali menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka kematian ibu ...
-
29 Oct 2025
Cegah TBC Sejak Dini, Puskesmas Cikupa Gelar Skrining dan Cek Kesehatan Gratis di Ponpes Ar-Rosyidiyah
CIKUPA – UPTD Puskesmas Cikupa menunjukkan komitmennya dalam memerangi Tuberculosis (TBC) dengan menyelenggarakan kegiatan skrining ...